Sejarah



Sajogyo Institute adalah Pusat Studi dan Dokumentasi Agraria, Kemiskinan, dan Pedesaan di Indonesia. Lembaga yang didirikan pada tanggal 10 Maret 2005 ini bergerak dalam produksi dan layanan pengetahuan untuk kemajuan gerakan sosial dan perbaikan kebijakan agraria, dan pembangunan pedesaan di Indonesia.

Sejarah Perpustakaan Sajogyo

Tahap Pertama

Perpustakaan Sajogyo merupakan perpustakaan yang menghimpun berbagai koleksi naskah dari empat tokoh utama yang merupakan pembabakan pertama dalam perjalanan Perpustakaan Sajogyo. Ke empat tokoh utama yang dimaksud adalah:

  1. Prof. Sajogyo
  2. Prof. Pujiwati Sajogyo
  3. Prof. S. M. P. Tjondronegoro
  4. Dr. Gunawan Wiradi

Pada tahap pertama, Perpustakaan Sajogyo mengkoleksi 13.697 naskah dan dokumen yang terdiri dari buku; majalah; album; skripsi-tesis dan disertasi; laporan penelitian; makalah; dan referensi lainnya.

Tahap Kedua

Bermula dari komunikasi lewat telpon. Kemudian berlanjut silaturahmi. Prof Sjamsoe’oed Sadjad berniat menghibahkan seluruh perpustakaan yang dimilikinya ke Sajogyo Institute. Ini satu berkah dan amanah besar bagi Sajogyo Institute. Sekitar 2.5 bulan kemudian, setelah beragam hal disepakati, seluruh perpustakaan Prof Sjamsoe’oed diangkut ke Sajogyo Institute. Berjumlah kurang lebih 2731 buku, jurnal, skripsi, tesis, disertasi beserta 25 album berisi 346 artikel/opini Beliau, kini telah ditata rapi di salah satu ruangan perpustakaan Sajogyo Institute yang diberi nama “Ruang Belajar Roza”. Sebaga-imana amanah Prof Sjamsoe’oed, guna mengenang salah seorang putri Beliau almarhumah, akibat musibah Tsunami di Aceh, tahun 2004 lalu.